TransferTeknologi

Transfer Teknologi Pengolahan Tanaman sebagai Bahan Baku Obat Herbal Berkualitas

Program Pengabdian masyarakat Bottom-Up dengan tema “Transfer teknologi pengolahan tanaman sebagai bahan baku obat herbal berkualitas” diselenggarakan oleh ITB dan PUI-PT Nutrasetikal. Kegiatan ini merupakan kelanjutkan dari pengabdian sebelumnya yang bertujuan untuk melakukan pembinaan masyarakat melalui transfer teknologi budidaya tanaman obat yang potensial, pengolahan bahan baku (simplisia) tanaman obat berkualitas, serta menginisiasi pasar terhadap produk simplisia/ekstrak yang dihasilkan bersama masyarakat binaan. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat dan Kab. Sumedang. Target pesertanya adalah komunitas masyarakat/petani di desa Tarumajaya dan Kelompok Wanita Tani dari Kab. Sumedang Jawa barat.

Program pengabdian masyarakat ini menjalin kerjasama dengan mitra swasta yaitu PT. EBM Saintifik dan teknologi serta mitra pemerintah lokal Kecamatan Kertasari. Kegiatan ini juga melibatkan 5 orang mahasiswa yang berasal dari SITH ITB sebagai bagian dari program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 9 bulan dan terdiri dari tahapan edukasi masyarakat binaan, budidaya, pelatihan pengolahan bahan baku (simplisia), pengolahan bahan baku obat herbal, inisiasi produk dan inisiasi pasar.  Tanaman yang terpilih akan diproses menuju pembibitan dan budidaya yang terdiri dari empon-empon, Stevia, kumis kucing, dan kembang telang. Selain itu juga dilakukan pengolahan pasca panen dan inisiasi produk herbal sederhana yang siap dikonsumsi. Satu Kelompok Wanita Tani berjumlah 25 orang telah mengikuti pelatihan pengolahan produk herbal dari tanaman obat yang dihasilkan. Salah satu startup/UMKM yaitu Dinnara telah dibina untuk mengolah bisnis dan produk yang dihasilkan. Salah satu produk yang dihasilkan adalah teh herbal dan sedang dalam proses launching. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengolahan produk herbal dan inisiasi UMKM dilakukan sebagai rangkaian akhir program 2021 yang dilakukan secara tatap muka pada 06 November 2021.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan meningkatkan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat, penerapan good agricultural practice (GAP) untuk tanaman obat herbal, penerapan aplikasi teknologi pengolahan bahan baku herbal, serta kelompok petani/masyarakat desa Tarumajaya sebagai alternatif produsen bahan baku obat herbal berkualitas.

Leave a Comment